Selasa, 16 Agustus 2022

Benih biji dalam satu bunga

Saat dibangku sekolah kita pasti punya teman satu kelas yang asik pada masanya,suka duka tertawa sedih bahagia bersama dan pada akhirnya kita berpisah mencari kesibukan masing-masing.

Apakah kita bisa kembali ke masa-masa itu? Tentu tidak

Apakah kita bisa reuni? Mungkin iya

Apakah semuanya ada? Mungkin tidak

Mungkin kita bisa saja mengadakan reuni tetapi ceritanya akan berbeda 

Yang dulu bilang "besok mapel apa?" Kini"besok kerja jam berapa/kerja dimana"

Yang dulu bilang"PR banyak bgt" kini "anakku rewel bgt"

Yang dulu bilang"yuk bolos aja" kini sibuk dengan usahanya kian hari kian ramai sampai membuka lapangan pekerjaan untuk orang lain

Semuanya sudah sibuk dengan dunianya sendiri mencari jatidiri dan menjalani hidupnya masing-masing,pada akhirnya kita akan berkembang dipelataran berbeda walaupun pernah menjadi benih biji dalam satu bunga.


Seperti lirik lagu Walag-maaf "sebelum kita sejauh matahari kita pernah sedekat nadi"

Kala itu kau yang pernah hadir dalam hidupku memberiku warna disetiap harinya,hatiku selalu ada untukmu hatimu selalu ada untukku,seperti laksana embun dipagi hari.

Kau yang membuat hidupku bahagia dari sebelumnya,tingkah lakumu yang selalu membuatku tertawa dan senyummu yang membuatku jatuh cinta,kau bagaikan bunga-bunga bermekaran dimusim semi.

Dan pada akhirnya kita dipisahkan oleh jarak dan waktu,selalu kekurangan waktu berdua dan sering memperdebatkan hal-hal yang tak seharusnya.Kita masih sama-sama suka masih sama-sama cinta tapi apalah daya kita tidak berjodoh

Kita pisah

Sebenernya bukan karna orang ketiga ,tetapi aku yang masih beranjak dewasa dan orang tuamu sudah menemukan calon menantunya

Kuikhlaskan semuanya biarkanlah perih-perih ini menyublim keudara bersama kenangan-kenangan tentangmu

Aku berpesan buat seseorang yang akan menemanimu kelak jaga dia baik-baik,dan berpesan kepada kau yang aku sayangi jaga diri baik-baik aku tak akan pergi aku masih disini memperhatikanmu dari jauh bahwa kau baik-baik saja.

Hari berganti hari tahun berganti tahun kau sudah bahagia bersamanya dan aku... pada akhirnya kita akan berkembang dipelataran berbeda walaupun pernah menjadi benih biji dalam satu bunga 

Kamis, 19 September 2019

KATAKU



Kau bagaikan laksana embun pagi, hadirmu hanya sesaat setelah itu kau menguap dan pergi bersama mentari.

Semoga tuhan senantiasa mengabulkan doa doa disetiap story whatsappmu.

Ijinkan aku singgah di antara mimpi-mimpi indahmu. dan setelah kau bangun, kau merasa ingin kembali ke mimpi itu.

Pernah jatuh cinta pernah sakit hati. Dari situ aku belajar untuk lebih mencintai,tanpa harus menyakiti.

Sudahilah masalalumu. Buka lembaran baru awali bismilah lalu seduhlah (kopi)

Terkadang kita bodoh diantara orang-orang pintar,dan pintar diantara orang-orang bodoh.


Jumat, 12 April 2019

Menguap dan pergi


     Bening suci menyejukkan,itu alasanku menyebutmu embun membuatku nyaman dan apa arti selamat pagi.

Kalau saja aku bisa mengubah rotasi bumi, aku akan mengubah siang,sore dan malam menjadi pagi karna pagi selalu ada embun dan embun yaitu kamu.
Anehnya apakah ini suatu kebetulan atau unsur kesengajaan,entah kenapa kamu menyebutku dengan nama matahari


"Embun akan menguap dan pergi ketika matahari muncul"

embun akan pergi ketika matahari datang,apakah ini unsur kesengajaan kamu menamaiku matahari?

kamu seperti bunga terompet

nampak indah nan anggun 
disisi lain kau adalah racun
aku menyukaimu
saat kudekatimu ingin memilikimu
perlahan kau bisiki telingaku

'makanlah daunku,agar aku ada dibagian tubuhmu dan hidupmu agar terus bersamamu'

seakan akan aku terlena olehmu

ku makan daunmu
awalnya tenang,perlahan kau membuat serak ditenggorokan
menganggu saraf otak lalu melayang
kau membuatku gila mabuk kepayang
tak sadarkan diri
setelah aku sadar aku bangun 

Dimanakah embun?

tak ada notifikasi selamat pagi

Dimanakah embun?

Menguap dan pergi

Dan setelah itu aku susah untuk bangun pagi aku benci embun biarkan ia pergi.